Archive for June, 2010

IPB Resmikan Kantin Berstandar Internasional, Harga Lokal

ektor Institut PertanianBogor (IPB), Prof. Dr.Herry Suhardiyanto, M.Sc meresmikan Kantin Zea Maysyang berstandar internasional dengan harga lokal, Selasa (8/6) di Gedung LaboratoriumDiversifikasi Pangan, Kampus IPB Darmaga. “Kantin bertaraf internasional dalamarti culture-nya seperti selfservice, ngantri, membiasakan pola  pangan sehatyang beranekaragam, membereskan dan membersihkan bekas piring sendiri. Selainitu, peralatan memasak dan penyajiannya sesuai standar internasional.Diharapkan  ini menjadi inspirasi bagi masyarakat,”ujar Rektor dalamsambutan Acara Peresmian Kantin Zea Mays yang mempunyai tag line ‘ragam pangansehat’ ini.

Keberadaan kantin Zea Mays juga diharapkan mampu  menghela semangat kewirausahaanmahasiswa. “ Kantin ini dapat memasarkan produk kewirausahaan mahasiswa danhasil-hasil penelitian pangan IPB. Selama ini produk-produk hasil penelitianpangan sudah banyak bahkan masuk dalam Riset Unggulan Strategis Nasional (RUSNAS),namun belum benar-benar hadir di tengah masyarakat dan menjadi makanan kitasehari-hari,” jelas Rektor. Peresmian kantin yang dirancang dengan konsepmodern dan higienis ini sebagai implementasi progam diversifikasi pangan hasilproduk penelitian IPB.

Direktur Bisnis dan Kemitraan IPB, Dr. Ir.Meika Syahbana Rusli, MSc.Agr menambahkan  Indonesia menghasilkan beranekaragamproduk pangan dan budaya  pangan. “Dengandemikian kita mengusahakan menyajikan menu dari pangan lokal seperti tiwul,beras atau mie jagung, sehingga kita tidak tergantung bahan pangan impor. Selain itu, pembukaan kantin ini juga berfungsi sebagai edukasi pada masyarakatuntuk berperilaku mandiri  dan bertanggungjawab dalam menjaga kebersihan,”tandas Dr. Meika.

Keistimewaan lain kantin Zea Mays yakni memenuhi standar menu tiga B(bergizi, berimbang dan bervariasi) tetapi enak dan lezat sesuai selera. Kantin ini mengusung konsep baru dengan tata cara memasuki kantin yang berbedayaitu dengan membeli kupon sesuai pilihan menu pada kupon, mengambil sendirinampan dan peralatan makan lain. Pembeli juga wajib membawa peralatan makankotor sendiri dan tidak meninggalkan meja dalam keadaan kotor, membuang sampahpada tempatnya serta meletakkan peralatan kotor pada rak khusus yang tersedia.Hal ini dapat menciptakan kantin yang senantiasa bersih dan rapi sepertikantin-kantin universitas di negara maju. (ris)

IPB, Kampus yang Tetap Perhatikan Rakyat Miskin

Aspirasi Merah Putih (AMP) di RRI Bogor

Institut Pertanian Bogor (IPB)sudah sejak tahun 2004 mengembangkan sistem SPP subsidi silang, sehingga tidakada persoalan bagi mereka yang tidak mampu. Calon mahasiswa bisa tetap masukIPB dengan mendapatkan kontribusi sesuai dengan kemampuannya.

Subsidi silang tersebutdilakukan dimana para mahasiswa membayar sesuai dengan pendapatan orang tuanya.Mereka yang ekonomi di bawah akan membayar lebih rendah. Sedangkan Mahasiswayang memiliki ekonomi tinggi akan membayar lebih besar.

“Pendapatan orang tua mahasiswatidak ada kaitannya atau bukan parameter diterima tidaknya calon mahasiswa diIPB,” ujar Rektor IPB, Prof. Dr. Ir Herry Suhardiyanto, M.Sc., dalam on airAspirasi Merah Putih (AMP) Pukul 00.00 di RRI Bogor (25/5), bersama DirekturKajian Masyarakat Lekat, Pemerhati Pendidikan, Abdul Fatah. Tema yang diangkatadalah “Penataan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru”.

Menurut Rektor Image yang mengatakan bahwa pendidikantinggi itu mahal dan tidak terjangkau bagi ekonomi lemah, tidak selalu benar. KarenaIPB secara konsisten membuktikannya. Dan bisa dilihat dari penerimaan mahasiswabaru IPB tidak dikaitkan dengan latar belakang ekonomi orang tua. Yang dilihatadalah potensi akademik apakah mereka mampu atau tidak.

Pernyataan tersebut dipaparkanoleh Rektor IPB seiring dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan puluhanpendengar RRI pada saat itu. Mereka menggatakan, perguruan tinggi tidak bisadijangkau oleh kalangan ekonomi lemah.

Menanggapi Seleksi NasionalMasuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dengan sistem on line, Rektor IPB mengatakan, hal tersebut dalam rangka mengusungmisi nasional, kebersamaan, dan kesatuan dalam kerangka NKRI. “Dari manapunberasal akan mudah mengakses informasi dan mendaftarkan diri secara on line. Setiap calon mahasiswa dapatmasuk mendaftar dari manapun di seluruh Indonesia,” ujarnya.(man)

Dirjen Pendidikan Tinggi Tinjau SNMPTN Panlok Bogor

Senin, 21 Juni 2010

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI), Prof. Dr.IrJoko Santoso, meninjau hari pertama pelaksanaan Seleksi Nasional MasukPerguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010, di Panitia Lokal (Panlok) Bogor, Bogor(16/6).

Dirjen DIKTI didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademikdan Kemahasiswaan IPB, Prof. Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, MS., bersama denganpejabat DIKTI dan pejabat IPB lainnya.

Kunjungan mereka diawali dari Kampus IPB Baranangsiang,Kampus Diploma IPB dan terakhir menuju Sekolah Menengah Umum Plus YayasanPersaudaraan Haji Bogor (YPHB).

Penyelenggaraan SNMPTN di Bogor digelar di beberapa tempat,diantarannya,  Kampus IPB Baranangsiang,Kampus Diploma IPB, SMUN 1, SMUN 3, SMU Plus YPHB, SMU Kesatuan, MAN 2, SMUPGRI 1 dan PGRI 4.

Pada kesempatan tersebut Dirjen Dikti diberikan kesempatanuntuk membuka soal yang masih tertutup rapat dengan disaksikan oleh pengawasdan perwakilan peserta SNMPTN.

Di sela kegiatan tersebut Drjen Dikti mengatakan, persiapan yangdilakukan cukup baik dan semuanya berjalan sesuai dengan SOP.

“Tadi Kita sudah melihat secara bersama-sama persiapannyasudah cukup baik dan semuanya berjalan sesuai dengan SOP,” ujarnya.

Joko mengharapkan SNMPTN ini dapat memberikan gambaran secaranasional tentang kualitas calon mahasiswa.

Peserta SNMPTN PanlokBogor Naik 3 %

Peserta SNMPTN 2010 dari Panlok Bogor (Bogor, Bekasi Cirebondan Sukabumi) naik sebanyak 3% dari tahun 2009 menjadi 10500 orang, sementara diKota dan Kabupaten Bogor tahun ini berjumlah sekitar 4200 orang.

Begitu dipaparkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik danKemahasiswaan IPB, Prof. Dr.Ir. Yonny Koesmaryono, saat mendampingi DirjenDIKTI.

Menurutnya, kenaikan itu bisa jadi karena perubahan sistem pendaftaranSNMPTN dengan sistem on line yang memudahkan calon mahasiswa.

“Dengan adanya kemudahan secara on line ini ada peningkatanpeserta di Panlok Bogor, malahan di Jakarta peningkatannya jauh lebih besar,”ujarnya.

Mengomentari tentang joki SNMPTN, Prof. Yonny mengharapkanhal tersebut tidak akan terjadi karena sistem pengawasan sudah sesuai denganstandar yang ada.

“Pengawasan sudah standar, pengawas tidak ada yang mahasiswadan dilakukan oleh dosen, guru dan pegawai golongan III, mereka sudah di-briefingsebelumnya,” ujarnya. (man)

sumber: http://www.ipb.ac.id/?b=1650

Digimon Xros Wars

Digimon Xros Wars (Dejimon Kurosu Wōzu) merupakan seri keenam dalam digimon series setelah beberapa tahun puasa, dimana seri terakhir adalah digimon savers. Anime ini dibuat oleh Akiyoshi Hongo, dan akan dirilis nanti bulan juli tanggal 6 tahun 2010 di tv asahi jepang.

Tiga tahun berlalu setelah dirilisnya sri kelima yaitu digimon savers, seri ini baru dikonfirmasi oleh bandai dalam salah satu majalah di jepang pada bulan juni. Dan digimon baru yang akan dipasangkan dengan tokoh utama pun telah di publikasikan, Yaitu : Shoutmon (pasangan tokoh utama), Dorurumon, Ballistamon, Shoutmon x4, Monitormon, dan redesign baru Greymon.Seri baru ini akan didukung dengan permainan kartu baru, mainan, dan serangkaian tali telepon cel yang akan dijual di mesin penjual mainan kapsu.

KARAKTER:

Team Xros Heart

Character Seiyū Voice actor Digimon Seiyū Voice actor
Taiki Kudo Minami Takayama Shoutmon Chika Sakamoto
Karakter utama seri dan pemimpin Tim Xros Heart, Taiki adalah anak kelas 7 yang optimis akan membantu siapa saja yang membutuhkan. Ia unggul dalam semua olahraga dan memiliki kepribadian yang menarik yang menang atas manusia dan Digimon sama. Dia tidak akan meninggalkan orang yang membutuhkan. Mitranya Digimon, Shoutmon, memiliki kemampuan untuk menggabungkan dengan Digimon lain melalui proses yang disebut “DigiXros”.
Akari Hinomoto Ryoko Shiraishi
Seorang gadis baik dan setia kelas enam, yang mendukung Taiki tidak peduli apa. Dia bertindak sebagai pembawa damai bagi anggota Heart Xros.
Zenjirou Tsurugi Daisuke Kishio
Taiki’s teman sekelas dan saingan abadi memproklamirkan diri. Dia adalah seorang praktisi kendo dan membenci hal-hal rumit. Ia baik pada hal-hal mekanik dan melakukan perbaikan pada Ballistamon.

ShineGreymon Pictures, Images and Photos lebih jelasnya disini:

Toei Animation’s official Digimon Xros Wars website

TV Asahi’s official Digimon Xros Wars website

GUNDAM 00 MOVIE: A Wakening of the Trailblazer

Movie ini merupakan lanjutan cerita dari anime gundam 00 series, yang dimana movie ini dijadikan sebagai penutup dari anime gundam 00 series T-T. Karena pada serie sebelumnya , banyak sekali peristiwa yang belum terselesaikan dalam anime sebelumnya. Ceriat movie ini berawal dari sebuah petunjuk dari kejadian jupiter sekitar 80 tahun yang lalu sebelum cerita serinya dimulai. Dalam sebuah trailer yang diliris, akan ada empat buah gundam baru yang akan dimunculkan.

Dalam sebuah wawancara dengan Mizushima (Direktur) dari film, sudah mengungkapkan bahwa dia terkesan dengan film Star Trek baru dan mencoba untuk menangkap sensasi itu dalam movie kali ini.Dia juga mengungkapkan bahwa kerangka waktu film akan ditetapkan 2 tahun setelah musim 2, AD 2314. Graham Aker juga akan tampak memainkan peran penting dalam plot. Dan baru-baru ini majalah dijepang telah mempublikasikan musuh baru yaitu innovator yang menyebabkan kerusakan. (Lho!!!! bukanya dah is dead????)
Innovator yang akan diturunkan adalah: Descartes Shaman. Louise, Saji, dan Feldt.

Dalam trailer keduanya ditampilkan model gundam-gundam yang akan dikeluarkan yaitu:00 QAN [T], Raphael, dan Zabanya, serta Graham GN Bendera II, GN-XIV dan baja Innovator mobile, yang GNMA-Y0002V Gaderaza dikemudikan oleh Descartes Shaman.screenshot lainnya termasuk penampilan dikonfirmasi dari Sumeragi, Feldt, Graham, Kati, Ian, Mileina, Soma / Marie, Shirin, Marina dan Innovator yang menyerupai Nena Trinity.

The image song of the movie will be “CHANGE“, by UVERworld.

hanya itulah bocoran yang saya dapatkan. Mungkin yang sudah tidak sabar untuk menonton movienya tolong dimaklumi, karena di jepangnya sendiri pun bulan desember, jadi untuk melihat versi eng subnya di internet ya paling menunggu 5 bulanan, kecuali ada orang yang berbaik hati membajaknya hehehe…..

ni sebagian gambar dalam movienya:

gundam 00 movie Pictures, Images and Photos

Haseo Pictures, Images and Photos dan link tariler nya:

http://www.youtube.com/watch?v=T0WNe6BrTbc

YUGI OH!! MOVIE : Super Fusion! Bonds that Transcend the time

Yugi oh movie : (劇場版 遊☆戯☆王 ~超融合!時空を越えた絆~, Gekijō-ban Yūgiō ~Chō-Yūgō! Jikū o Koeta Kizuna) ,also known as Yu-Gi-Oh! 10th (遊☆戯☆王 10th, merupaka sebuah fil 3D yang dirilis pada tanggal 23 Januari tahun 2010 di jepang. Film ini merupakan movie terbaru dari anime yugi-oh series, yang dimana di maksudkan juga untuk memperingati 10 tahunnya berdirinya anime ini.Keistimewaan movie kali ini adalah, di masukanya ketiga tokoh utama dalam serial yugi-oh seri. Yugi dalam Yugioh first, Jaden yuki dalam Yugi-oh GX, dan Yusei Fudo dalam Yugi-oh 5Ds. Mereka akan bertarung dengan muruh baru yang bernama paradox.

yugioh 10 anniversary

Sinopsis:

Ketika Yusei sedang berjalan dengan Jack Atlas dan Crow, (dengan menggunakan D whells, Tiba-tiba datang Paradox seorang turbo duelist misterius  yang datang dari masa depan. Dia menangkap Stardust dragon milik yusei dan merubahnya menjadi sin dragon dalam pertarungan. Tetapi dengan bantuan crimson dragon , yusei mengejar paradox ke dalam perputaran waktu dan datang ke masa lalu. Pada waktu ini, Paradox sedang bertarung dengan Jaden yuki, dimana saat itu Jaden masih memiliki kekuatan Yubel dan Supreme king. Namun pada waktu ini paradox juga menangkap Cyber end dragon dan rainbow dragon dan menguasai jaden. Dia ditolong oleh yusei dan crimson dragon. Jaden memberi tahu pada yusei tentang tujuan sebenarnya paradox. Dengan mencuri berbagai macam monster yang berbeda waktu dan merubah mereka menjadi kegelapan, dia bermaksud untuk membunuh maximilion pegasus, pembuat game duel monster untuk mencegah terjadinya 3 serie anime ini …( hahaha aneh ya XD )
Yusei dan Jaden setuju untuk mengejar paradox, yang memandu mereka bertemu dengan Yugi Mutou , King of Game. However, ketika Yusei dan Jaden datang, ternyata paradox telah menyerang dunia ini, dan telah membunuh pegasus dan kakek yugi. Tidak hanya itu ia pun mencuri blue eyes white dragon dan red eyes black dragon. Setelah menjelaskan semuanya kepada yugi, maka ia pun setuju untuk bergabung untuk mengalahkan paradox. Mereka kembali ke masa lalu 30 menit sebelum paradox muncul ke dunia yugi berada, dan bertarung melawanya dalam ultimate dule 3 lawan 1, untuk membebaskan monster yang dicuri, ketiga dunia , dan waktu mereka sendiri ( tampaknya gag adil amat…..)
Nah bagaimanakah kelanjutan kisahnya, silahkan anda tonotn sendiri, tetapi movie ini baru realese di jepang sekitar bulan januari kemarin. Dan akan dirilis dalam versi bahasa inggris bulan juli nanti. Hew kapan di realese di internet secara gratis hahahaha…..                           

MODEL REFRENSI OSI

Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah  melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik, seperti yang dijelaskan oleh gambar 2.1 (tanpa media fisik). Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer . Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model karena model ini ditujukan bagi pengkoneksian open system. Open System dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya. Untuk ringkas-nya, kita akan menyebut model tersebut sebagai model OSI saja.

Model OSI memiliki tujuh layer. Prinsip-prinsip yang digunakan bagi ketujuh layer tersebut adalah :

  1. Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
  2. Setiap layer harus memiliki fungsi-fungsi tertentu.
  3. Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protocol internasional.
  4. Batas-batas layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
  5. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.

Di bawah ini kita membahas setiap layer pada model OSI secara berurutan, dimulai dari layer terbawah. Perlu dicatat bahwa model OSI itu sendiri bukanlah merupakan arsitektur jaringan, karena model ini tidak menjelaskan secara pasti layanan dan protokolnya untuk digunakan pada setiap layernya. Model OSI hanya menjelaskan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sebuah layer. Akan tetapi ISO juga telah membuat standard  untuk semua layer, walaupun standard-standard ini bukan merupakan model referensi itu sendiri. Setiap layer telah dinyatakan sebagai standard internasional yang terpisah.

2.1 Karakteristik Lapisan OSI

Ke tujuh lapisan dari model referensi OSI dapat dibagi ke dalam dua kategori, yaitu lapisan atas dan lapisan bawah.

Lapisan atas dari model OSI berurusan dengan persoalan aplikasi dan pada umumnya diimplementasi hanya pada software. Lapisan tertinggi (lapisan applikasi) adalah lapisan penutup sebelum ke pengguna (user), keduanya, pengguna dan lapisan aplikasi saling berinteraksi proses dengan software aplikasi yang berisi sebuah komponen komunikasi. Istilah lapisan atas kadang-kadang digunakan untuk menunjuk ke beberapa lapisan atas dari lapisan lapisan yang lain di model OSI.

Lapisan bawah dari model OSI mengendalikan persoalan transport data. Lapisan fisik dan lapisan data link diimplementasikan ke dalam hardware dan software. Lapisan-lapisan bawah yang lain pada umumnya hanya diimplementasikan dalam software. Lapisan terbawah, yaitu lapisan fisik adalah lapisan penutup bagi media jaringan fisik (misalnya jaringan kabel), dan sebagai penanggung jawab bagi penempatan informasi pada media jaringan. Tabel berikut ini menampilkan pemisahan kedua lapisan tersebut pada lapisan-lapisan model OSI.

Application Application Lapisan Atas
Presentation
Session
Transport Data Transport Lapisan Bawah
Network
Data Link
Physical

Tabel 2.1 Pemisahan Lapisan atas dan Lapisan bawah pada model OSI

2.2 Protokol

Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar komputer, tetapi model ini bukan merupakan metoda komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi karena menggunakan protokol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protokol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana komputer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protokol mengimplementasikan salah satu atau lebih dari lapisan-lapisan OSI. Sebuah variasi yang lebar dari adanya protokol komunikasi, tetapi semua memelihara pada salah satu aliran group: protokol LAN, protokol WAN, protokol jaringan, dan protokol routing. Protokol LAN beroperasi pada lapisan fisik dan data link dari model OSI dan mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam media LAN. Protokol WAN beroperasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendefinisikan komunikasi di atas macam-macam WAN. Protokol routing adalah protokol lapisan jaringan yang bertanggung jawab untuk menentukan jalan dan pengaturan lalu lintas. Akhirnya protokol jaringan adalah berbagai  protokol dari lapisan teratas yang ada dalam sederetan protokol.

2.3 Lapisan-lapisan Model OSI

2.3.1 Physical Layer

Physical Layer berfungsi dalam pengiriman raw bit ke channel komunikasi. Masalah desain yang harus diperhatikan disini adalah memastikan bahwa bila satu sisi mengirim data 1 bit, data tersebut harus diterima oleh sisi lainnya sebagai 1 bit pula, dan bukan 0 bit. Pertanyaan yang timbul dalam hal ini adalah : berapa volt yang perlu digunakan untuk menyatakan nilai 1? dan berapa volt pula yang diperlukan untuk angka 0?. Diperlukan berapa mikrosekon suatu bit akan habis? Apakah transmisi dapat diproses secara simultan pada kedua arahnya? Berapa jumlah pin yang dimiliki jaringan dan apa kegunaan masing-masing pin? Secara umum masalah-masalah desain yang ditemukan di sini berhubungan secara mekanik, elektrik dan interface prosedural, dan media fisik yang berada di bawah physical layer.

2.3.2 Data Link Layer

Tugas utama data link layer adalah sebagai fasilitas transmisi raw data dan mentransformasi data tersebut ke saluran yang bebas dari kesalahan transmisi. Sebelum diteruskan kenetwork layer, data link layer melaksanakan tugas ini dengan memungkinkan pengirim memecag-mecah data input menjadi sejumlah data frame (biasanya berjumlah ratusan atau ribuan byte). Kemudian data link layer mentransmisikan frame tersebut secara berurutan, dan memproses acknowledgement frame yang dikirim kembali oleh penerima. Karena physical layer menerima dan mengirim aliran bit tanpa mengindahkan arti atau arsitektur frame, maka tergantung pada data link layer-lah untuk membuat dan mengenali batas-batas frame itu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara membubuhkan bit khusus ke awal dan akhir frame. Bila secara insidental pola-pola bit ini bisa ditemui pada data, maka diperlukan perhatian khusus untuk menyakinkan bahwa pola tersebut tidak secara salah dianggap sebagai batas-batas frame.

Terjadinya noise pada saluran dapat merusak frame. Dalam hal ini, perangkat lunak data link layer pada mesin sumber dapat mengirim kembali frame yang rusak tersebut. Akan tetapi transmisi frame sama secara berulang-ulang bisa menimbulkan duplikasi frame. Frame duplikat perlu dikirim apabila acknowledgement frame dari penerima yang dikembalikan ke pengirim telah hilang. Tergantung pada layer inilah untuk mengatasi masalah-masalah yang disebabkan rusaknya, hilangnya dan duplikasi frame. Data link layer menyediakan beberapa kelas layanan bagi network layer. Kelas layanan ini dapat dibedakan dalam hal kualitas dan harganya.

Masalah-masalah lainnya yang timbul pada data link layer (dan juga sebagian besar layer-layer di atasnya) adalah mengusahakan kelancaran proses pengiriman data dari pengirim yang cepat ke penerima yang lambat. Mekanisme pengaturan lalu-lintas data harus memungkinkan pengirim mengetahui jumlah ruang buffer yang dimiliki penerima pada suatu saat tertentu. Seringkali pengaturan aliran dan penanganan error ini dilakukan secara terintegrasi.

Saluran yang dapat mengirim data pada kedua arahnya juga bisa menimbulkan masalah. Sehingga dengan demikian perlu dijadikan bahan pertimbangan bagi software data link layer. Masalah yang dapat timbul di sini adalah bahwa frame-frame acknoeledgement yang mengalir dari A ke B bersaing saling mendahului dengan aliran dari B ke A. Penyelesaian yang terbaik (piggy backing) telah bisa digunakan; nanti kita akan membahasnya secara mendalam.

Jaringan broadcast memiliki masalah tambahan pada data link layer. Masalah tersebut adalah dalam hal mengontrol akses ke saluran yang dipakai bersama. Untuk mengatasinya dapat digunakan sublayer khusus data link layer, yang disebut medium access sublayer.

Masalah mengenai data link control akan diuraikan lebih detail lagi pada bab tiga.

2.3.3 Network Layer

Network layer berfungsi untuk pengendalian operasi subnet. Masalah desain yang penting adalah bagaimana caranya menentukan route pengiriman paket dari sumber ke tujuannya. Route dapat didasarkan pada table statik yang “dihubungkan ke” network. Route juga dapat ditentukan pada saat awal percakapan misalnya session terminal. Terakhir, route dapat juga sangat dinamik, dapat berbeda bagi setiap paketnya. Oleh karena itu, route pengiriman sebuah paket tergantung beban jaringan saat itu.

Bila pada saat  yang sama dalam sebuah subnet terdapat terlalu banyak paket, maka ada kemungkinan paket-paket tersebut tiba pada saat yang bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya bottleneck. Pengendalian kemacetan seperti itu juga merupakan tugas network layer.

Karena operator subnet mengharap bayaran yang baik atas tugas pekerjaannya. seringkali terdapat beberapa fungsi accounting yang dibuat pada network layer. Untuk membuat informasi tagihan, setidaknya software mesti menghitung jumlah paket atau karakter atau bit yang dikirimkan oleh setiap pelanggannya. Accounting menjadi lebih rumit, bilamana sebuah paket melintasi batas negara yang memiliki tarip yang berbeda.

Perpindahan paket dari satu jaringan ke jaringan lainnya juga dapat menimbulkan masalah yang tidak sedikit. Cara pengalamatan yang digunakan oleh sebuah jaringan dapat berbeda dengan cara yang dipakai oleh jaringan lainnya. Suatu jaringan mungkin tidak dapat menerima paket sama sekali karena ukuran paket yang terlalu besar. Protokolnyapun bisa berbeda pula, demikian juga dengan yang lainnya. Network layer telah mendapat tugas untuk mengatasi semua masalah seperti ini, sehingga memungkinkan jaringan-jaringan yang berbeda untuk saling terinterkoneksi.

2.3.4 Transport Layer

Fungsi dasar transport layer adalah menerima data dari session layer, memecah data menjadi bagian-bagian yang lebih kecil bila perlu, meneruskan data ke network layer, dan menjamin bahwa semua potongan data tersebut bisa tiba di sisi lainnya dengan benar. Selain itu, semua hal tersebut harus dilaksanakan secara efisien, dan bertujuan dapat melindungi layer-layer bagian atas dari perubahan teknologi hardware yang tidak dapat dihindari.

Dalam keadaan normal, transport layer membuat koneksi jaringan yang berbeda bagi setiap koneksi transport yang diperlukan oleh session layer. Bila koneksi transport memerlukan throughput yang tinggi, maka transport layer dapat membuat koneksi jaringan yang banyak. Transport layer membagi-bagi pengiriman data ke sejumlah jaringan untuk meningkatkan throughput. Di lain pihak, bila pembuatan atau pemeliharaan koneksi jaringan cukup mahal, transport layer dapat menggabungkan beberapa koneksi transport ke koneksi jaringan yang sama. Hal tersebut dilakukan untuk membuat penggabungan ini tidak terlihat oleh session layer.

Transport layer juga menentukan jenis layanan untuk session layer, dan pada gilirannya jenis layanan bagi para pengguna jaringan. Jenis transport layer yang paling populer adalah saluran error-free point to point yang meneruskan pesan atau byte sesuai dengan urutan pengirimannya. Akan tetapi, terdapat pula jenis layanan transport lainnya. Layanan tersebut adalah transport pesan terisolasi yang tidak menjamin urutan pengiriman, dan membroadcast pesan-pesan ke sejumlah tujuan.  Jenis layanan ditentukan pada saat koneksi dimulai.

Transport layer merupakan layer end to end sebenarnya, dari sumber ke tujuan. Dengan kata lain, sebuah program pada mesin sumber membawa percakapan dengan program yang sama dengan pada mesin yang dituju. Pada layer-layer bawah, protokol terdapat di antara kedua mesin dan mesin-mesin lain yang berada didekatnya. Protokol tidak terdapat pada mesin sumber terluar atau mesin tujuan terluar, yang mungkin dipisahkan oleh sejumlah router. Perbedaan antara layer 1 sampai 3 yang terjalin, dan layer 4 sampai 7 yang end to end. Hal ini dapat dijelaskan seperti pada gambar 2-1.

Sebagai tambahan bagi penggabungan beberapa aliran pesan ke satu channel, transport layer harus hati-hati dalam menetapkan dan memutuskan koneksi pada jaringan. Proses ini memerlukan mekanisma penamaan, sehingga suatu proses pada sebuah mesin mempunyai cara untuk menerangkan dengan siapa mesin itu ingin bercakap-cakap. Juga harus ada mekanisme untuk mengatur arus  informasi, sehingga arus informasi  dari host yang cepat tidak membanjiri host yang lambat. Mekanisme seperti itu disebut pengendalian aliran dan memainkan peranan penting pada transport layer (juga pada layer-layer lainnya). Pengendalian aliran antara host dengan host berbeda dengan pengendalian aliran  router dengan router. Kita akan mengetahui nanti bahwa prinsip-prinsip yang sama digunakan untuk kedua jenis pengendalian tersebut.

2.3.5 Session Layer

Session layer mengijinkan para pengguna untuk menetapkan session dengan pengguna lainnya. Sebuah session selain  memungkinkan transport data biasa, seperti yang dilakukan oleh transport layer, juga menyediakan layanan yang istimewa untuk aplikasi-aplikasi tertentu. Sebuah session digunakan untuk memungkinkan seseorang pengguna log ke remote timesharing system  atau untuk memindahkan file dari satu mesin kemesin lainnya.

Sebuah layanan session layer adalah untuk melaksanakan pengendalian dialog. Session dapat memungkinkan lalu lintas bergerak  dalam bentuk dua arah pada suatu saat, atau hanya satu arah saja. Jika pada satu saat lalu lintas hanya satu arah saja (analog dengan rel kereta api tunggal), session layer membantu untuk menentukan giliran yang berhak menggunakan saluran pada suatu saat.

Layanan session di atas disebut manajemen token. Untuk sebagian protokol, adalah penting untuk memastikan bahwa kedua pihak yang bersangkutan tidak melakukan operasi pada saat yang sama. Untuk  mengatur aktivitas ini, session layer menyediakan token-token yang dapat digilirkan. Hanya pihak yang memegang token yang diijinkan melakukan operasi kritis.

Layanan session lainnya adalah sinkronisasi. Ambil contoh yang dapat terjadi ketika mencoba transfer file yang berdurasi 2 jam dari mesin yang satu ke mesin lainnya dengan kemungkinan mempunyai selang waktu 1 jam antara dua crash yang dapat terjadi. Setelah  masing-masing transfer dibatalkan, seluruh transfer mungkin perlu diulangi lagi dari awal, dan mungkin saja mengalami kegagalan lain. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah ini, session layer dapat menyisipkan tanda tertentu ke aliran data. Karena itu bila terjadi crash, hanya data yang berada sesudah tanda tersebut yang akan ditransfer ulang.

2.3.6 Pressentation Layer

Pressentation layer melakukan fungsi-fungsi tertentu yang diminta untuk menjamin penemuan sebuah penyelesaian umum bagi masalah tertentu. Pressentation Layer tidak mengijinkan pengguna untuk menyelesaikan sendiri suatu masalah. Tidak seperti layer-layer di bawahnya yang hanya melakukan pemindahan bit dari satu tempat ke tempat lainnya, presentation layer memperhatikan syntax dan semantik informasi yang dikirimkan.

Satu contoh layanan pressentation adalah encoding data. Kebanyakan pengguna tidak memindahkan string bit biner yang random. Para pengguna saling bertukar data sperti nama orang, tanggal, jumlah uang, dan tagihan. Item-item tersebut dinyatakan dalam bentuk string karakter, bilangan interger, bilangan floating point, struktur data yang dibentuk dari beberapa item yang lebih sederhana. Terdapat perbedaan antara satu komputer dengan komputer lainnya dalam memberi kode untuk menyatakan string karakter (misalnya, ASCII dan Unicode), integer (misalnya komplemen satu dan komplemen dua), dan sebagainya. Untuk memungkinkan dua buah komputer yang memiliki presentation yang berbeda untuk dapat berkomunikasi, struktur data yang akan dipertukarkan dapat dinyatakan dengan cara abstrak, sesuai dengan encoding standard yang akan digunakan “pada saluran”. Presentation layer mengatur data-struktur abstrak ini dan mengkonversi dari representation yang digunakan pada sebuah komputer menjadi representation standard jaringan, dan sebaliknya.

2.3.7 Application Layer

Application layer terdiri dari  bermacam-macam protokol. Misalnya terdapat ratusan jenis terminal yang tidak kompatibel di seluruh dunia. Ambil keadaan dimana editor layar penuh yang diharapkan bekerja pada jaringan dengan bermacam-macam terminal, yang masing-masing memiliki layout layar yang berlainan, mempunyai cara urutan penekanan tombol yang berbeda untuk penyisipan dan penghapusan teks, memindahkan sensor dan sebagainya.

Suatu cara untuk mengatasi masalah seperti di ata, adalah dengan menentukan terminal virtual jaringan abstrak, serhingga editor dan program-program lainnya dapat ditulis agar saling bersesuaian. Untuk menangani setiap jenis terminal, satu bagian software harus ditulis untuk memetakan fungsi terminal virtual jaringan ke terminal sebenarnya. Misalnya, saat editor menggerakkan cursor terminal virtual ke sudut layar kiri, software tersebut harus mengeluarkan urutan perintah yang sesuai untuk mencapai cursor tersebut. Seluruh software terminal virtual berada pada application layer.

Fungsi application layer  lainnya adalah pemindahan file. Sistem file yang satu dengan yang lainnya memiliki konvensi penamaan yang berbeda, cara menyatakan baris-baris teks yang berbeda, dan sebagainya. Perpindahan file dari sebuah sistem ke sistem lainnya yang berbeda memerlukan penanganan untuk mengatasi adanya ketidak-kompatibelan ini. Tugas tersebut juga merupakan pekerjaan appication layer, seperti pada surat elektronik, remote job entry, directory lookup, dan berbagai fasilitas bertujuan umum dan fasilitas bertujuan khusus lainnya.

2.4 Transmisi Data Pada Model OSI

Gambar 1-17 menjelaskan sebuah contoh tentang bagaimana data dapat ditransmisikan dengan menggunakan model OSI. Proses pengiriman memiliki data yang akan dikirimkan ke proses penerima. Proses pengirim menyerahkan data ke application layer, yang kemudian menambahkan aplication header, AH (yang mungkin juga kosong), ke ujung depannya dan menyerahkan hasilnya ke presentation layer.

Pressentation layer dapat membentuk data ini dalam berbagai cara dan mungkin saja menambahkan sebuah header di ujung depannya, yang diberikan oleh session layer. Penting untuk diingat bahwa presentation layer tidak menyadari tentang  bagian data yang mana yang diberi tanda AH oleh application layer yang merupakan data pengguna yang sebenarnya.

Proses pemberian header ini berulang terus sampai data tersebut mencapai physical layer, dimana data akan ditransmisikan ke mesin lainnya. Pada mesin tersebut, semua header tadi dicopoti satu per satu sampai mencapai proses penerimaan.

Yang menjadi kunci di sini adalah bahwa walaupun transmisi data aktual berbentuk vertikal seperti pada gambar 1-17, setiap layer diprogram seolah-olah sebagai transmisi yang bersangkutan berlangsung secara horizontal. Misalnya, saat transport layer pengiriman mendapatkan pesan dari session layer, maka transport layer akan membubuhkan header transport layer dan mengirimkannya ke transport layer penerima.

MACAM-MACAM JARINGAN

Dalam mempelajari macam-macam jaringan komputer terdapat dua klasifikasi yang sangat penting yaitu teknologi transmisi dan jarak. Secara garis besar, terdapat dua jenis teknologi transmisi  yaitu jaringan broadcast dan jaringan point-to-point

Jaringan broadcast memiliki saluran komunikasi tunggal yang dipakai bersama-sama oleh semua mesin yang ada pada jaringan.

Pesan-pesan berukuran kecil, disebut paket, yang dikirimkan oleh suatu mesin akan diterima oleh mesin-mesin lainnya. Field alamat pada sebuah paket berisi keterangan tentang kepada siapa paket tersebut ditujukan. Saat menerima paket, mesin akan mencek field alamat. Bila paket terserbut ditujukan untuk dirinya, maka mesin akan memproses paket itu , bila paket ditujukan untuk mesin lainnya, mesin terserbut akan mengabaikannya.

Jaringan point-to-point terdiri dari beberapa koneksi pasangan individu dari mesin-mesin. Untuk mengirim paket dari sumber ke suatu tujuan, sebuah paket pad ajringan jenis ini mungkin harus melalui satu atau lebih mesin-mesin perantara. Seringkali harus melalui baynak route yang mungkin berbeda jaraknya. Karena itu algoritma rout memegang peranan penting pada jaringan  point-to-point.

Pada umumnya jaringan yang lebih kecil dan terlokalisasi secara geografis cendurung memakai broadcasting, sedangkan jaringan yang lebih besar menggunakan point-to-point.

Kriteria alternatif untuk mengklasifikasikan jaringan adalah didasarkan pada jaraknya. Tabel berikut ini menampilkan klasifikasi sistem multiprosesor berdasarkan ukuran-ukuran fisiknya.

Jarak antar prosesor Prosesor di tempat yang sama Contoh
0,1 m Papan rangkaian Data flow machine
1 m Sistem Multicomputer
10 m Ruangan
100 m Gedung Local Area Network
1 km Kampus
10 km Kota Metropolitan Area Network
100 km Negara Wide area Network
1.000 km Benua
10.000 km Planet The Internet

Tabel 1.1 Klasifikasi prosesor interkoneksi berdasarkan jarak

Dari tabel di atas terlihat pada bagian paling atas adalah  dataflow machine, komputer-komputer yang sangat paralel yang memiliki beberapa unit fungsi yang semuanya bekerja untuk program yang sama. Kemudian multicomputer, sistem yang berkomunikasi dengan  cara mengirim pesan-pesannya melalui bus pendek dan sangat cepat. Setelah kelas multicomputer adalah jaringan sejati, komputer-komputer yang bekomunikasi dengan cara  bertukar data/pesan melalui kabel yang lebih panjang. Jaringan seperti ini dapat dibagi menjadi local area network (LAN), metropolitan area network (MAN), dan wide area network (WAN). Akhirnya, koneksi antara dua jaringan atau lebih disebut internetwork. Internet merupakan salah satu contoh yang terkenal dari suatu internetwork.

1.2.1 Local Area Network

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer.

LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama resource (misalnya, printer, scanner) dan saling bertukar informasi. LAN dapat dibedakan dari jenis jaringan lainnya berdasarkan tiga karakteristik: ukuran, teknologi transmisi dan topologinya.

LAN mempunyai ukuran yang terbatas, yang berarti bahwa waktu transmisi pada keadaan terburuknya terbatas dan dapat diketahui sebelumnya. Dengan mengetahui keterbatasnnya, menyebabkan adanya kemungkinan untuk menggunakan jenis desain tertentu. Hal ini juga memudahkan manajemen jaringan.

LAN seringkali menggunakan teknologih transmisi kabel tunggal. LAN tradisional beroperasi pada kecepatan mulai 10 sampai 100 Mbps (mega bit/detik)  dengan delay rendah (puluhan mikro second) dan mempunyai faktor kesalahan yang kecil. LAN-LAN modern dapat beroperasi pada kecepatan yang lebih tinggi, sampai ratusan megabit/detik.

Gambar 1.1 Dua jenis jaringan broadcast. (a) Bus. (b) Ring

Terdapat beberapa macam topologi yang dapat digunakan pada LAN broadcast. Gambar 1.1 menggambarkan dua diantara topologi-topologi yang ada. Pada jaringan  bus (yaitu kabel liner), pada suatu saat sebuah mesin bertindak sebagai master dan diijinkan  untuk mengirim paket. Mesin-mesin lainnya perlu menahan diri untuk  tidak mengirimkan apapun. Maka untuk mencegah terjadinya konflik, ketika dua mesin atau lebih ingin mengirikan secara bersamaan, maka mekanisme pengatur diperlukan. Me4kanisme pengatur dapat berbentuk tersentralisasi atau terdistribusi. IEEE 802.3 yang populer disebut Ethernet merupakan jaringan broadcast bus dengan pengendali terdesentralisasi yang beroperasi pada kecepatan 10 s.d. 100 Mbps. Komputer-komputer pada Ethernet dapat mengirim kapan saja mereka inginkan, bila dua buah paket atau lebih bertabrakan, maka masing-masing komputer cukup menunggu dengan waktu tunggu yang acak sebelum mengulangi lagi pengiriman.

Sistem broadcast   yang lain adalah ring, pada topologi ini setiap bit dikirim ke daerah sekitarnya tanpa menunggu paket lengkap diterima. Biasanya setiap bit mengelilingi ring dalam waktu yang dibutuhkan untuk mengirimkan beberapa bit, bahkan seringkali sebelum paket lengkap dikirim seluruhnya. Seperti sistem broadcast lainnya, beberapa aturan harus dipenuhi untuk mengendalikan access simultan ke ring. IEEE 802.5 (token ring) merupakan LAN ring yang populer yang beroperasi pada kecepatan antara 4 s.d 16 Mbps.

Berdasarkan alokasi channelnya, jaringan broadcast dapat dibagi menjadi dua, yaitu statik dan dinamik. Jenis al;okasi statik dapat dibagi berdasarkan waktu interval-interval diskrit dan algoritma round robin, yang mengijinkan setiap mesin untuk melakukan broadcast hanya bila slot waktunya sudah diterima. Alokasi statik sering menyia-nyiakan kapasitas channel bila sebuah mesin tidak punya lgi yang perlu dikerjakan pada saat slot alokasinya diterima. Karena itu sebagian besar sistem cenderung mengalokasi channel-nya secara dinamik (yaitu berdasarkan  kebutuhan).

Metoda alokasi dinamik bagi suatu channel dapat tersentralisasi ataupun terdesentralisasi. Pada metoda alokasi channel tersentralisasi terdapat sebuah entity tunggal, misalnya unit bus pengatur, yang menentukan siapa giliran berikutnya. Pengiriman paket ini bisa  dilakukan setelah menerima giliran dan membuat keputusan yang berkaitan dengan algoritma internal. Pada metoda aloksi channel terdesentralisasi, tidak terdapat entity sentral, setiap mesin harus dapat menentukan dirinya sendiri kapan bisa atau tidaknya mengirim.

1.2.2 Metropolitan  Area Network

Metropolitan  Area Network (MAN) pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN.  MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang berdekatan dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN biasanya mamapu menunjang data dan suara, dan bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel. MAN hanya memiliki sebuah atau dua buiah kabel dan tidak mempunyai elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel. Adanya elemen switching membuat rancangan  menjadi lebih sederhana.

Alasan utama memisahkan MAN sebagai kategori khusus adalah telah ditentukannya standart untuk MAN, dan standart ini sekarang sedang diimplementasikan. Standart tersebut disebut DQDB (Distributed Queue Dual Bus) atau 802.6 menurut standart IEEE. DQDB terdiri dari dua buah kabel  unidirectional dimana semua komputer dihubungkan, seperti ditunjukkan pada gambar 1.2. Setiap bus mempunyai sebuah head–end, perangkat untuk memulai aktivitas transmisi. Lalulintas yang menuju komputer yang berada di sebelah kanan pengirim menggunakan bus bagian atas. Lalulintas ke arah kiri menggunakan bus yang berada di bawah.

Gambar 1.3 Arsitektur MAN DQDB

1.2.3 Wide Area Network

Wide Area Network  (WAN) mencakup daerah geografis yang luas, sertingkali mencakup sebuah negara atau benua.  WAN terdiri dari kumpulan mesin yang bertujuan untuk mejalankan program-program aplikasi.

Kita akan mengikuti penggunaan tradisional dan menyebut

mesin-mesin ini sebagai host. Istilah End System kadang-kadang juga digunakan  dalam literatur. Host dihubungkan dengan sebuah subnet komunikasi, atau cukup disebut subnet. Tugas subnet adalah membawa pesan dari host ke host lainnya, seperti halnya sistem telepon yang membawa isi pembicaraan dari pembicara ke pendengar. Dengan memisahkan aspek komunikasi murni sebuah jaringan (subnet) dari aspek-aspek aplikasi (host), rancangan jaringan lengkap menjadi jauh lebih sederhana.

Pada sebagian besar WAN, subnet terdiri dari dua komponen, yaitu kabel transmisi dan elemen switching. Kabel transmisi (disebut  juga sirkuit, channel, atau trunk) memindahkan  bit-bit dari satu mesin ke mesin lainnya.

Element switching adalah komputer khusus yang dipakai untuk menghubungkan dua kabel transmisi atau lebih. Saat data sampai ke kabel penerima, element switching harus memilih kabel pengirim untuk meneruskan pesan-pesan tersebut. Sayangnya tidak ada terminologi standart dalam menamakan komputer seperti  ini. Namanya sangat bervariasi disebut paket switching node, intermidiate system, data switching exchange dan sebagainya.

Gambar 1.4 Hubungan antara host-host dengan subnet

Sebagai istilah generik bagi komputer switching, kita akan menggunakan istilah router. Tapi perlu diketahui terlebih dahulu bahwa tidak ada konsensus dalam penggunaan terminologi ini. Dalam model ini, seperti ditunjukkan oleh gambar 1.4 setiap host dihubungkan ke LAN tempat dimana terdapat sebuah router, walaupun dalam beberapa keadaan tertentu sebuah host dapat dihubungkan langsung ke sebuah router. Kumpulan saluran komunikasi dan router (tapi bukan host) akan membentuk subnet.

Istilah subnet sangat penting, tadinya subnet berarti kumpulan kumpulan router-router dan saluran-sakuran komunikasi yang memindahkan paket dari host host tujuan. Akan tatapi, beberpa tahun kemudian subnet mendapatkan arti lainnya sehubungan dengan pengalamatan jaringan.

Pada sebagian besar WAN, jaringan terdiri dari sejumlah banyak kabel atau saluran telepon yang menghubungkan sepasang router. Bila dua router yang tidak mengandung kabel yang sama akan melakukan komunikasi, keduanya harus berkomunikasi secara tak langsung melalui router lainnya. ketika sebuah paket dikirimkan dari sebuah router ke router lainnya melalui router perantara atau lebih, maka paket akan diterima router dalam keadaan lengkap, disimpan sampai saluran output menjadi bebas, dan kemudian baru diteruskan.

Gambar 1.5 bebarapa topologi subnet untuk poin-to-point .

(a)Bintang  (b)Cincin  (c)Pohon  (d)Lengkap (e) Cincin berinteraksi  (f)Sembarang.

Subnet yang mengandung prinsip seperti ini disebut subnet point-to-point, store-and-forward, atau packet-switched. Hampir semua WAN (kecuali yang menggunakan satelit) memiliki subnet store-and-forward.

Di dalam menggunakan subnet point-to-point, masalah rancangan yang penting adalah pemilihan jenis topologi interkoneksi router. Gambar 1.5 menjelaskan beberapa kemungkinan topologi.  LAN biasanya berbentuk topologi simetris, sebaliknya WAN umumnya bertopologi tak menentu.

1.2.4 Jaringan Tanpa Kabel

Komputer mobile seperti komputer notebook dan personal digital assistant  (PDA), merupakan cabang industri komputer yang paling cepat pertumbuhannya. Banyak pemilik jenis komputer tersebut yang sebenarnya telah memiliki mesin-mesin desktop yang terpasang pada LAN atau WAN tetapi karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat terbang, maka banyak yang tertarik untuk memiliki komputer dengan jaringan tanpa kabel ini.

Jaringan tanpa kabel mempunyai berbagai manfaat, yang telah umum dikenal adalah kantor portable. Orang yang sedang dalam perjalanan seringkali ingin menggunakan peralatan elektronik portable-nya untuk mengirim atau menerima telepon, fax, e-mail, membaca fail jarak jauh login ke mesin jarak jauh, dan sebagainya dan juga ingin melakukan hal-hal tersebut dimana saja, darat, laut, udara. Jaringan tanpa kabel sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah di atas.

Wireless Mobile Aplikasi
Tidak Tidak Worksation tetap di kantor
Tidak Ya Komputer portable terhubung ke len telepon
Ya Tidak LAN dengan komunikasi wireless
Ya Ya Kantor portable, PDA untuk persediaan

Tabel 1.2 Kombinasi jaringan tanpa kabel dan komputasi mobile

Walaupun jaringan tanpa kabel dan sistem komputasi yang dapat berpindah-pindah sering kali berkaitan erat, sebenarnya tidaklah sama, seperti yang tampak pada tabel 1.2. Komputer portabel kadang-kadang menggunakan kabel juga, yaitu disaat seseorang yang sedang dalam perjalanan menyambungkan komputer portable-nya ke jack telepon di sebuah hotel, maka kita mempunyai mobilitas yang bukan jaringan tanpa kabel. Sebaliknya, ada juga komputer-komputer yang menggunakan jaringan tanpa kabel tetapi bukan portabel, hal ini dapat terjadi disaat komputer-komputer tersebut terhubung pada LAN yang menggunakan fasilitas komunikasi wireless (radio).

Meskipun jaringan tanpa kabel ini cukup mudah untuk di pasang, tetapi jaringan macam ini memiliki banyak kekurangan. Biasanya jaringan tanpa kabel mempunyai kemampuan 1-2 Mbps, yang mana jauh lebih rendah  dibandingkan dengan jaringan berkabel. Laju kesalahan juga sering kali lebih besar, dan transmisi dari komputer yang berbeda dapat mengganggu satu sama lain.

PELATIHAN WEBOMATRIK TEKKOM 46 MENGECEWAKAN

pelatihan webometrics yang diselenggarakan oleh pihak IPB pusat, khususnya permintaan dari rektor IPB untuk meningkatkan peringkat IPB ke dalam 10 besar pada penilaian webometrics pada program diploma khususnya prodi Teknik komputer 46 berlangsung mengecewakan.Pelatihan webometrics ini diselenggarakan pada hari minggu tanggal 13 juni 2010 di kampus cilibende direktorat program diploma dari jam 09.00 sampai 16.00. Dimana prodi yang mendapatkan pelatihan ini adalah Teknik komputer dan manejemen informatika. Sebagai mahasiswa tekkom 46, bisa dibilang pelatihan yang diberikan tidak begitu memuaskan.

Prodi teknik komputer khususnya angkatan 46 mendapatkan giliran pada jam 01.00 pm waktu indonesia barat. Dari jadwalnya saja sudah ngaret alias lama, dari awalnya pukul 01.00 menjadi pukul 01.50.Mungkin bagi para mahasiswa yang tidak sempat makan siang waktu 50 menit juga begitu berharga. Keterlambatan mungkin masih bisa ditolerir, tetapi hal yang paling tidak bisa ditolerir adalah lambatnya akses jaringan pada internet. Seharusnya para staff telah mempersiapkan segalanya jika memang pelatihan ini begitu penting demi meningkatkan rate IPB di mata dunia.Koneksi lambat menyebabkan pelatihan menjadi useless, hanya penjelasan dari pembicara yang hanya bisa di ambil, sedangkan prakteknya tidak begitu baik karena koneksi yang begitu lambat.

POLISI ADALAH PERATURAN

Kita tahu bahwa negara kita INDONESIA merupakan negara hukum, memiliki peraturan-peraturan yang sudah tertulis dalam undang-undang. Sebagai warga negara indonesia yang baik, kita tentu harus mematuhi peraturan tersebut, karena peraturan yang tercantum pada undang-undang bersifat wajib untuk dipatuhi. Akan tetapi sekarang peraturan-peraturan tersebut seolah-olah sudah ditinggalkan oleh beberapa masyarakat indonesia itu tersendiri. Ada istilah peraturan diciptakan untuk dilanggar, entah siapa yang membuat istilah itu pertama kali, tetapi karena istilah itu mungkin banyak masyarakat yang dimana, padahal mereka tahu bahwa perbuatan itu salah, tetapi masih saja dilakukan.

Contohnya saja, para pejabat yang korupsi, preman-preman yang pesta miras dan narkoba, masyarakat yang tidak taat pada peraturan lalulintas dan masih banyak lagi. Karena harus ada pengawasan dari setiap aturan tersebut maka dibuatlah suatu badan pengawas dan lembaga pengayom masyarakat. Bisalah kita sebut salah satu lembaga tersebut kepolisian. Kepolisian merupakan suatu institusi yang bertugas untuk mengayomi masyarakat dan menjaga ketentraman pada masyarakat. Karena itu tidaklah aneh jika para polisi selalu bertindak tegas jika ada masyarakat yang melanggar peraturan.

iniliah visi dan misi polri yang diambil dari website resmi POLRI

VISI POLRI :
Polri yang mampu menjadi pelindung Pengayom dan Pelayan Masyarakat yang selalu dekat dan bersama-sama masyarakat, serta sebagai penegak hukum yang profesional dan proposional yang selalu menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia, Pemelihara keamanan dan ketertiban serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahtera.
MISI POLRI :
Berdasarkan uraian Visi sebagaimana tersebut di atas, selanjutnya uraian tentang jabaran Misi Polri kedepan adalah sebagai berikut :
  • Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat (meliputi aspek security, surety, safety dan peace) sehingga masyarakat bebas dari gangguan fisik maupun psykis.
  • Memberikan bimbingan kepada masyarakat melalui upaya preemtif dan preventif yang dapat meningkatkan kesadaran dan kekuatan serta kepatuhan hukum masyarakat (Law abiding Citizenship).
  • Menegakkan hukum secara profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak azasi manusia menuju kepada adanya kepastian hukum dan rasa keadilan.
  • Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tetap memperhatikan norma – norma dan nilai – nilai yang berlaku dalam bingkai integritas wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Mengelola sumber daya manusia Polri secara profesional dalam mencapai tujuan Polri yaitu terwujudnya keamanan dalam negeri sehingga dapat mendorong meningkatnya gairah kerja guna mencapai kesejahteraan masyarakat
  • Meningkatkan upaya konsolidasi kedalam (internal Polri) sebagai upaya menyamakan Visi dan Misi Polri kedepan.
  • Memelihara soliditas institusi Polri dari berbagai pengaruh external yang sangat merugikan organisasi.
  • Melanjutkan operasi pemulihan keamanan di beberapa wilayah konflik guna menjamin keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Meningkatkan kesadaran hukum dan kesadaran berbangsa dari masyarakat yang berbhineka tunggal ika.
Sasaran :
Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi Polri pada kurun waktu tahun 2000 – 2004 yang akan datang ditetapkan sasaran yang hendak dicapai adalah :
Bidang Kamtibmas
  • Tercapainya situasi Kamtibmas yang kondosif bagi penyelenggaraan pembangunan nasional.
  • Terciptanya suatu proses penegakan hukum yang konsisten dan berkeadilan, bebas KKN dan menjunjung tinggi hak azasi manusia.
  • Terwujudnya aparat penegak hukum yang memiliki integritas dan kemampuan profesional yang tinggi serta mampu bertindak tegas adil dan berwibawa.
  • Kesadaran hukum dan kepatuhan hukum masyarakat yang meningkat yang terwujud dalam bentuk partisipasi aktif dan dinamis masyarakat terhadap upaya Binkamtibmas yang semakin tinggi.
  • Kinerja Polri yang lebih profesional dan proporsional dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi sehingga disegani dan mendapat dukungan kuat dari masyarakat untuk mewujudkan lingkungan kehidupan yang lebih aman dan tertib.

Bidang Keamanan Dalam Negeri

  • Tercapainya kerukunan antar umat beragama dalam kerangka interaksi sosial yang intensif serta tumbuhnya kesadaran berbangsa guna menjamin keutuhan bangsa yang ber Bhineka Tunggal Ika.
  • Tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Nah sekarang masyarakat lebih sering takut pada polisi daripada pada peraturan itu sendiri, padahal jika kita tidak melanggar peraturan tentu tidak ada polisi yang menangkap kita. Sebagai contoh di kota bogor di depan hotel parangrango di jalan pajajaran, banyak sekali para pengedara kendaraan bermotor melanggar peraturan lalulintas. Padahal mereka tahu bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu salah. Bagaimana jika terjadi kecelakaan? siapa yang akan bertanggung jawab. Tetapi ketika ada dilantas yang sedang mengawasi, para pengendara tertib dan mengikuti arah lampu lalulintas. Apakah yang salah??, apa karena ada polisi yang mengawasi kita mentaati peraturan atau karena polisi merupakan peraturan itu sendiri?. Mungkin karena itu, Indonesia tidak maju-maju. Belum ada gerakan disiplin secara besar-besaran.